Gambar Yulianus Abiondifu
Sering Firman Tuhan
Oleh: Yulianus
Abiondifu
KEGELAPAN
MENJADI TERANG
Sejarah kebenaran Firman Tuhan terdapat didalam
Efesus 5:9-13
Karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan
dan kebenaran,dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. Janganlah turut
mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan
apa-apa, tetapi sebaiknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu, sebab menyebutkan
saja pun apa yang di buat oleh mereka di
tempat-tempat tersembunyi telah melakukan. Tetapi segala sesuatu yang sudah di
telanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah
terang.
Ada yang tau terang itu seperti apa? Lampu,senter
obor dan lain-lain. Salah satu penemuan terbesar yang tercatat dalam sejarah
umat manusia adalah Tomas dan Edison berhasil menemukan lampu picat, sejak saat
itu manusia yang dahulu hidup dalam kegelapan sejak malam hanya mengandalkan
hobor atau lampu minyak sejak saat itu pun dunia berubah peradaban jau lebih
maju lagi, hanya karena hal sederhana yang di temukan, yaitu lampu picak bahkan
Firman Tuhan hari ini berbicara juga tentang kehidupan kita sebagai anak-anak
Tuhan yang dahulu adalah hidup dalam kegelapan tetapi sekarang kita hidup dalam
terang Tuhan. Kalo kita mau bicara secara logika bahwa Ottow
dan Geissler jau-jau dari belanda dan jerman untuk datang ke tanah papua sedangkan
mereka itu masih buta tentang papua seperti apa, tetapi mereka dua di tunjuk
untuk harus pergi ke papua sehingga tanggal 5 febuari 1855 jam 5:00, ketiga mereka tibah di papua dengan
Iman mereka bahwa saya di utus oleh Tuhan sehingga mereka turun sambel berkata
dengan nama Bapa, kami menginjak tanah ini, jadi orang doreri yang tinggal di
pulau mansiman mau apakan kita tidak peduli, yang terpenting hari ini kita datang dengan Iman sehingga apa yang
mereka pikirkan saat itu, ketakutan atau hal-hal yang mencelakai mereka dengan
sendirinya tersingkir karena mereka jalan dengan Firman Tuhan. Alkitap pun mengatakan bahwa kita
sendiri adalah terang didalam Tuhan karena kita sendiri sudah percaya kepada
terang sesungguhnya, terang yang sesungguhnya itu siapa? Firman Tuhan karena ketiga kita lahir tidak mukin jadi hindu tetapi
kita jadi orang kristen oleh sebab itu kita hidup sebagai anak-anak terang,
apa itu anak-anak terang? Anak-anak terag adalah orang-orang yang memancarkan perang kasih Kristus
dalam setiap kesempatan, seperti lampu
yang akan selalu memancarkan terang dan tidak pernah memancakan kegelapan,
kecuali lampu tersebut mati seperti yang sudah tertulis terang itu bukan lewat
dari gelap, jika terang bisah di ukur gelap tidak bisah di ukur, kegelapan
adalah ketiga terang tidak ada di tempat itu, kenapa ada kegelapan karena tidak
ada terang di saat itu. Kita yang di
panggil dari kegelapan ketiga kita masih hidup di dalam dunia itu dan mengikuti
cara hidup yang sia-sia, yang seharusnya kita tidak boleh hidup balik lagi ke kegelapan.
Ottow dan Geissler sebelum tibah di papua mereka
singga di ternate sampai di ternate, disitu mereka bertemu dengan sultan
ternate yang ke 10, disitu mereka di berikan sebua perahu/kapal sekaligus
dengan peta bahwa papua yang kalian cari itu ini, tapi apa kah kalian berdua
yakin bisah pergi kesana? Mereka bilang, ya kami yakin akan pergi kesana karena
itu tujuan kita.
Walau pun papua saat itu masih pernitif atau masih
dikenal dengan kanimbalisme, (manusia makan manusia) tetapi mereka yakin bahwa yang menuntun perjalanan mereka ke papua adalah Tuhan
sehingga mereka merasah bahwa mereka tidak sendiri tetapi mereka bersama Tuhan yang
mampu menggubah segalahnya.
Dengan kedatangan Ottow dan Geissler sehingga kami
orang papua bisah ada sebagaimana kami ada
saat ini, bahkan bisah saling mengenal satu dengan yang lain,
itu karena berkat Tuhan melalui kedua misonaris Ottow dan Geissler, dengan
perjalanan yang begitu panjang, Ottow dan Geissler Wafat kedua misonaris yang Geissler
di minta memakamkan di papua sedangkan Ottow di kirim kembali di jerman sehingga
setiap tahun 5 ferbuari 1855-5 febuari 2021 memperingati sebagai hari peradaban
orang papua ketiga orang papua hidup dalam kegelapan tetapi dengan kedatangan
kedua penginjilan membawa terang di seluruh tanah papua.
Saya menutup Firman Tuhan, dengan sebua cerita
Ada salah satu professor dia ingin kekampus untuk mengajar,
jadi sebentara dia keluar dari rumah, ada anak-anak kecil mereka duduk terus
mereka bersyukur karena kemarin mereka ikut perlombahan mereka dapat juara 1 lalu
mereka sambil duduk mengucap syukur kepada Tuhan, terima kasih Tuhan,terima
kasih Tuhan karena Tuhan kita sudah menang, kemudian professor menoleh ke arah kiri melihat anak-anak itu
lalu professor keluar dan bertanya ke anak-anak itu,“anak-anak itu pialah apa?”
jawab anak-anak itu dengan senyuman bahagia, “ini pila lombah bapak, kemarin
kita ikut perlombahan kita menang bapak tetapi ini semua bukan karena kita
tetapi ini semua karena Tuhan” lalu profossor jawabnya dengan sombong, “anak-anak
kalian yakin Tuhan itu ada? Mereka jawab “ada, kami yakin Tuhan itu ada, terus
professor bilang,”Tuhan itu bisah di pegang,” jawab anak-anak itu,” tidak bisah”
terus Tuhan itu bisah di rasa, jawabnya”tidak bisah, jadi kesimpulan dari
cerita tadi bahwa segala sesuatu yang tidak bisah di lihat,tidak bisah di rasa itu
artinya tidak ada, kata professor, saya ini pintar
dari kalian jadi Tuhan itu tidak ada lalu professor itu naik di mobil mau pergi
mengajar di kampus kemudian anak itu memanggil professor, “pak professor mau
kemana?” lalu jawab professor dengan sombong “mau mengajar” lalu anak itu
bertanya, “bapak punya otak apa tidak? lalu jawab professor dengan sombong “ada
saya punya otak,” kemudia anak itu bertanya lagi, “otak bisah di lihat apa
tidak?, lalu jawab professor “tidak,
otak tidak bisah di lihat” kemudain anak itu bertanya lagi “otak itu bisah di pegan
apa tidak?, lalu jawabnya “tidak, otak tidak bisah di pegang” lalu anak itu
bertanya lagi, “otak itu bisah di rasa apa tidak”? kemudian jawab professor “tidak, otak itu
tidak bisah di rasa, kemudian kata anak itu berati kesimpulan dari cerita tadi bahwa bapak tidak punya otak karena barang
yang tidak bisah di lihat, di pegang, di rasa berati tidak ada.
Sekian dan terima kasih Allah Bangsa Papua
Memberkati

2 Komentar
Amin
BalasHapusAmin
BalasHapus