Ketika Suku-Suku Papua, Dayak yang Berupaya Mempertahankan Tanah Adat Mereka


Ilius trasi, Foto saat menikmati secangkir kopi hitam sambil disikusi bersama di aula asrama papua


              Kembali lagi bersama kami Papua, Dayak duduk  bareng menikmati secangkir kopi hitam  sambil  diskuskusi  terkait “Suku Suku Papua,  Dayak yang Berupaya Mempertahankan Tanah Adat Mereka”, bagi suku Papua dan suku Dayak, setiap hutan dan  tanah harus di jaga karena  tanah dan hutan ibarat “Mama kita'   karena masyarakat hidup bergantung dengan alam jika tanpa alam masyarakat hidup menderita karena alam itu yang memberikan  kehidupan  bagi masyarakat sehingga wilayah adat yang terkait dengan hukum adat perlu di pertahankan dan pegang teguh. Karena selama ini perusahan sudah masuk di mana-mana.  Salah satu contohnya  di papua itu hamper semua perusahan-perusahan bisnis sekala besar seperti 5 (lima)  perusahan Sawit,  

 1. PT. Varia mitra Andalan, Sorong Selatan dengan lahan seluas 20.325,20 hekter.       
 2. PT. Rimbun Sawit Papua, Fakfak dengan lahan seluas 25.286 hekter   
 3. PT. Berkat Setiakawan Abadi, Teluk Wondama  dengan lahan seluas 8.937,39 hater
  4. PT. Pusaka Agro Makmur, Maybrat dengan luas lahan 24.897,15 hekter. 
 5. PT. Minasi, Merauke Dengan Luas Lahan 1,2.000,00 hekter. 

 Kemudian penebangan kayu ilegal  di sorong  dengan luas 1,2,278 hekter dan Timika   PT Freepor yang terbesar di dunia  dan masih banyak lagi perusahan-perusahan legal maupun ilegal yang masih meraja lela di papua namun penulis tidak dapat menyebutkan satu persatu.
ilustrasi, Foto-Foto ini di Ambil dari Google, Gambar ini Yang Sedang Terjadi di Papua, PT-PT besar yang sedang meraja lelah di papua 

        Maka itu  hari senin  7 September 2020, Pukul, 20:00-23:12 WIT. Papua, Dayak  duduk bersama sambil menikmati secangkir kopi hitam sehingga aroma kopi hitam menimbulkan gagasan  baru bahwasanya kitaga perusahan-perusahan legal maupun ilagal masuk di seluru  tanah papua mengakibatkan masyarakat  pribumi susah mendapatkan makanan lokal seperti, sagu,singkon,ikan dan kelapa  sehingga masyarakat pribumi susah mendapatkan makanan lokal karena tempat mata pencariannya hanya di hutan dan di  laut namun hutan dan laut sudah di kuasai oleh perusahan-perusahan tersebut sehingga masyarakat pribumi ingin mempertahankan tahan adat namun merakan di tangkap, dipukul dan di tembak  mati namun pelaku penembakan tidak pernah di proses secara hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Indonesia namun pelaku penembakan malahan di beri penghargaan penambahan pangkat sehingga masyarakat  susah untuk mempertahankan hutan adatnya oleh sebab itu masyarakat pribumi hanya menderita di atas tanahnya sendiri.

Ilustrasi, Foto di Atas ini di Ambil Dari Google, Ketua Komunitas Adat Kinipan di Kalimantan Tengah, Effendi Buhing, berusaha  mempertahankan tanah adat namun di tangkap 

         Kemudian ada salah satu mahasiswa dari komunitas Adat Dayak menyampaikan bahwasannya “Masyarakat Kalimantan pun mengalami lah yang sama Karen masyarakat Dayak masih hidup bergantung dengan alam karena alam yang memberikan kehidupan bagi masyarakat dayak namun  karena masuknya perusahan-perusahan  besar seperti sawit  membuat masyarakat menderita di atas tanah yang kaya akan Sumber Daya Alama oleh sebab itu masyarakat lebih memilih  mempertahankan wilaya adat  dan itu harus di jaga karena hutan dan tanah bagaikan “mama kita" sehingga  Ketua Komunitas Adat Kinipan di Kalimantan Tengah, inggin mempertahankan tanah  adat namun baru baru ini Video penangkapan Ketua Komunitas Adat Kinipan di Kalimantan Tengah, Effendi Buhing, hebo di media sosial karean  " Nelayan yang dikriminalisasi, hari ini ketua adat Kinipan; pak Buhing ditangkap karena berjuang mempertahankan tanah adatnya dari eksploitasi kebun sawit PT Sawit Mandiri Lestari (PT SML) ." Sehingga   dari banyak kejadian kejadian baru satu ini yang terungkap”, cujarnya .

      Berhubung secangkir kopi hitam sudah habis, maka kami meyimpukan diskusi kita  bahwasannya Papua, Dayak bersatu menolak perusahan-perusahan bisnis sekala besar yang inggin masuk di tanah papua dan di tanah borneo.


                       “KUTIPAN PESAN’

Dengan tegas, jangan pernah sekali pun menjual tahan karena itu mama mu jika anda menjual tanah  maka anda menjual mama mu sendiri.



Edisi Secangkir Kopi Hitam                                                                                                  
Salam Sadar

Palangka Raya 8 September 2020, pukul 14;48


Posting Komentar

2 Komentar

Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)