Oleh : Sepi Wanimbo
Sejarah sudah sangat jelas bahwa dari dulu orang asli Papua tidak pernah minta - minta dan mengelu - kesa kepada orang Jakarta untuk minta bangtuan dan lain - lain juga tidak pernah hidup dengan namanya Otsus dan Daerah Otonom Baru, DOB. Di tanah Papua.
Orang Papua dari dulu hidup dengan asil bumi seperti ubi, singkong, keladi, sagu, ikan, dan sayur - mayur lainnya. Mereka setiap hari konsumsi hasil olahan dari hasil bumi sendiri mereka hidup lebih sehat, nyaman dan damai lalu mereka pelayanan dimana - mana dengan baik.
Mereka selalu salin mendukung, salin menjaga dalam pelayanan dan dalam hidupnya tetapi juga nomor satukan kekompakan dan kebersamaan.
Dalam situasi dan hidup orang Papua seperti itu baru, Johan Gotlob Geissler, Karl William Ottow datang bertamu dan menginjakkan kaki diatas tanah Papua pada hari Minggu pagi, 5 Februari 1855, mereka mengucapkan kalimat "Di dalam Nama Tuhan Kami Menginjak Tanah ini tanah Papua."
Setelah 70 ( Tujuh Puluh ) tahun kemudian, Pdt. Izaak Samuel Kijne tiba di Miei pada tanggal 25 Oktober 1925 bersama 35 orang murid yang dibawah dari Mansinam untuk dididik disana. Pada sore hari, tanggal 26 Oktober 1925 Kijne datang dan duduk serta memperhatikan sebuah Batu yang akan di jadikan sebagai batu penjuru di kaki bukit Aitumieri yang kemudian dikenal dengan batu itu, Kijne dengan Iman mengatakan: Di atas Batu ini Saya Meletakkan Peradaban orang Papua, Sekali pun orang Memiliki Kepandaian Tinggi, Akal Budi dan Marifat untuk Memimpin Bangsa ini, Tetapi bangsa ini akan Bangkit dan Memimpin Dirinya Sendiri.
Tuhan Yesus dari dulu dengan orang asli Papua disini dan Pdt. Samuel Kijne dan kawan - kawan datang atau tiba di tanah Papua menyatakan tentang Injil Yesus Kristus kepada orang Papua.
Para utusan dan pilihan Tuhan datang ke tanah Papua ini mereka tidak pernah ajarkan untuk bunuh orang, pencuri barang orang, dan menipu orang tetapi mereka ajarkan adalah tentang Injil Yesus Kristus, bagimana orang Papua hidup damai, nyaman dan aman di atas tanah sendiri.
Hanya itu tetapi juga mereka ajarkan di berbagai bidang seperti pendidikan yang baik, Kesehatan yang baik, ekonomi yang baik dan lain - lain.
Didikan dari para Misionaris itu hasil atau buahnya mereka orang tua kami pelayanan yang sangat baik tidak perna mengecewakan, dan sangat diberkati.
Tetapi sejak Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945 dari situlah orang Papua rasa sangat berbeda jauw pelayanan dari sbelumnya.
Mengapa setelah Indonesia merdeka sudah ajar kepada orang asli Papua belajar tipu, nepotisme dan mengelabaui nilai - nilai keadilan, kejujuran, kebenaran dan kedamaian itu.
Terbukti kita liat PEPERA 1969 di tanah Papua Dimenangkan melalui operasi militer oleh. TNI/POLRI.
Dengan kekuatan keamanan negara melakukan tindakan kekerasan terhadap orang asli Papua kepentingan politik, ekonomi, Imigran, serta kuasai wilayah Papua.
Kepentingan negara ini tawarkan kepada orang asli Papua. harus menerima Otsus jilid II dan Daerah Otonom Baru, DOB. Untuk kesejahterahan ekonomi, pendidikan, kesehatan juga politik bagi orang asli Papua.
Kita liat sejarah orang asli Papua. dulu sebelum adanya Otsus dan Daerah Otonom Baru, DOB. Di tanah Papua orang Papua selalu hidup dengan hasil bumi sendiri tidak pernah minta - minta dan mengeluh - kesa kepada orang lain. Seperti di atas tetapi hari ini negara ajarkan kepada orang Papua harus mengikuti kemauannya negara sendiri.
Sementara orang Papua sendiri tidak suka tidak mau menerima yang bernama Otsus jilid II dan Daerah Otonom Baru, DOB. Bagi Papua dan Papua barat.
Mengapa itu pengalaman orang asli Papua sudah sangat jelas bahwa selama ada program - program yang di luncurkan oleh Pemerintah Pusat seperti Undang - Undang Nomor 21 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus "Otsus" bagi Papua dan Papua barat ini menurut orang asli Papua itu, GAGAL. Di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi dan pelangaran HAM berat sejak dulu tahun 1963 - 2022 saat ini tidak mampu membangun orang Papua atau menyelesaikan kasus - kasus dengan baik.
Dengan adanya pengalaman itu orang asli Papua sudah tidak percaya lagi kepada orang Jakarta. Karenanya membangun Papua dengan nilai kebohongan, ketidakbenaran, ketidakadilan, ketidakjujuran terhadap orang asli Papua.
Maka orang asli Papua sikapnya sudah sangat jelas bahwa 95% tolak yang bernama Otsus Jilid II dan Daerah Otonom Baru, DOB bagi Papua dan Papua Barat.
Sikap orang asli Papua itu sangat baik karena itu program pemakaran wilayah baru pemerintah Pusat silahkan di tangukan dulu, lalu silahkan jalankan program yang sudah ada saja.
Komitmen orang Papua itu jangan angap itu lawan politik tetapi negara harus bijaksana dan menerima masukan saran dari orang asli Papua sendiri lalu bangung Papua dengan mengedepankan nilai - nilai keadilan, kebenaran serta kejujuran.
Nilai - nilai yang baik seperti Tuhan Yesus ajarkan kepada seluruh umat di dunia itu yang harus negara ajarkan kepada orang asli Papua. Karena itu yang diinginkan oleh orang asli Papua dan Papua Barat.
Saya percaya pemerintah Pusat mengedepankan nilai - nilai kebersaaan kebenaran, kejujuran itu lalu bangung Papua pasti akan lebih baik.
Selamat membaca sahabat - sahabatku sekalian Tuhan Yesus memberkati.
Agamua, 01 Mei 2022
Penulis : Ketua Pemuda Baptis West Papua
0 Komentar