Rabu 3 September 2020, Ilustrasi gambar Kristian Rampala saat mau kembali ke manado setelah berobat


         Pria yang bernama kristian rampala, ia terlahir di tondano sulawesi utara pada tanggal 15 juni 1968, hingga sekarang berusia 65 tahun, ia memiliki 4 anak dan semuanya bersekolah, anak pertama kuliah di Universitas Indonesia ( UI ), anak kedua sekolah SMA Negeri Tondano dan anak ketiga SMP Negeri 1 Tondano dan anak kempat sekolah SD Impren Tondano.

Mata pencarianya hanya menggael dan menggael, sejak berusia 18 tahun ia sudah mencari ikan di tengah laut bahkan ia sampai ke pilipina melalui laut hanya untuk mencari ikan demi membiyayai anaknya sekolah bahkan sekarang usianya sudah tua mencapai 65 tahun namun ia tak perna mengelu dan berhenti bekerja untuk membiyayai anaknya sekolah.

Ia sudah perna 2-3 tahun di tengah laut sehingga tidak asing lagi kalo ia tidak pulang-pulang ke rumah karena istri dan anak-anaknya sudah tau kalo ayahnya tidak pulang-pulang kerumah pasti ayah mencari ikan di tengah laut.

pada suatu hari anak pertamanya mau wisuda di Jakarta sehingga anaknya meminta ayahnya harus hadir dalam acara wisudanya pada tanggal 15 November 2020 sehingga ayahnya mulai mengumpul uang untuk menghadiri hari kebahagiaan anaknya.

Ayahnya mula merencanakan pergi mengale di tengah laut selama 1 bulan, ia terus berlayar mencari ikan sebanyak mungkin namun di suatu hari datang lah hujan badai, ombak mengelilingi kapalnya sehingga kapal berat sebelah mengakibatkan barang bawannya semua terbalik, ia pun tak bisah melakukan apa-apa, ia hanya berbaring diatas gabus puti selama 4 hari ia tidak makan tidak minum, ia hanya bertahan dengan minum air laut yang terasa asing namun suatu keajaiban yang terjadi, burung- burung berwarna hitam menggelilingi di atas kepalanya sehingga ada kapal yang sedang mencari ikan di tengah laut, lalu mereka menole ke ara kiri ternya ada banyak burung-burung diatas kepalanya kemudian dalam perasaan mereka bahwa di tengah laut tidak perna ada burun satu pun namun kali ini ada burung hitam yang berkumpul disana sehingga mereka menghampiri burung itu, ternyata ada orang yang meminta tolong sehingga mereka dengan cepat-cepat pergi menolong dia.

Kemudian mereka membawanya kedarat lalu mengobati dia selama 2 haru sehingga badangnya terasa enak dan nyaman lalu banyak orang yang berbodong-bodong menghampiri dia dan menanyakan apa yang terjadi lulu ia menceritakan semuanya sehingga ia hanya bilang keajaiban Tuhan Yesus sudah tercurah dalam kehidupan saya, karena saya yakin bahwa burung-burung berwarna hitam yang terbang di atas kelapa saya itu merupakan rohkudus yang menyamar jadi burung namun orang-orang yang bertanya kepada dia tidak percaya karena usianya sudah tua mencapai 65 tahun, mana mukin kamu bisah bertahan di tenga laut bahkan tidak makan selama 4 hari, kemudian ia hanya bisah menjawab, bagi manusia tidak mukin tetapi bagi Tuhan semuanya bisah terjadi sesuai dengan kehendakNya.
Sebab yunus saja di telang oleh ikan paus selama 3 hari lamanya didalam perut ikan namun Allah menolong yunus hingga ia selamat, maka itu saya meyakini bahwa mata Tuhan ada di segala tempat untuk menolong orang yang lemah.

Lulu 6 hari kemudian ia kembali pulang ke manado untuk bertemu istri dan anak-anaknya dirumah tetapi istri dan anak-anaknya tidak tau kejadian itu semuanya, sehingga ayahnya hanya memberikan senyuman manis dan menyembunyikan semua kejadian penderitaannya, ia hanya bersukur kepada Tuhan karena ia boleh kembali bertemu keluarganya.

Ia sangat mengucap syukur kepada Tuhan karena ia tau bahwa ada tertulis, Mengucap syukur dalam segala lah, sebab itu yang di kehendaki Allah di dalam kristus Yesus bagi kamu 1 tesalonika 5:18