Seorang perempuan yang bernama Elisabeth Nauw, ia terlahir dari keluarga sederhana, elisabath menghuni di kampung kambuaya Kab, Maybrat Perovinsi Papua Barat yang terletak di pinggiran pantai.
2001 yang lalu elisabeth masih tertutup dengan kehidupan moderen, tidak ada alat penerang selain tungku api dan coneksi internet. Saat itu, kampung kambuaya dihuni oleh penduduk yang kaya raya makan dan minum dari alam yang masih belum kena sentuan otoriter negara, tidak ada kematian diusia muda karena lapar, wabah dan kolera, penduduk asli hidup dalam budaya yang kental.
Kerjaan tiap hari hanya mengael di tengah laut dan makanan pokoknya ikan tuna sehingga pada suatu hari datang malam bulan purnama di kelilingi oleh bintang-bintang di atas awan lalu elisabeth bersama ibunya menikmati bulan purnama sambil membakar satu ekor ikan tuna, di sela sela itu ibunya menasehati elisabeth dengan nada yang lemah lembut, "na kamu harus hidup jau lebih baik dari sekarang" jawabnya dengan suara lembut, "iya bu" lanjut ibunya dengan nada yang sedikit tegas "na kamu harus sekolah dan menjadi pengusaha terbesar di negeri ini" jawabnya dengan terkejut, "wah ibu, bagimana saya mau sekolah jadi penggusaha terbesar di negeri ini, sedangkan kita tidak punya apa-apa selain ikan tuna" jawab ibunya dengan nada yang keras dan tegas "ibu akan kerja keras dan berusaha untuk membiyayai kamu sekolah hingga kamu sukses menjadi pengusaha terbesar", jawabnya sambil menetes air mata, " iya bu" kemudian ibunya sambil memeluk elisaneth dan berkata, "na ini sudah larut malam kita istirahat".
pagi bersinar cerah ibunya membanggunkan elisabeth sambil berkati "na bangun sudah pagi, kamu harus sekolah" kemudian jawabnya dengan suara lembut "iya bu" lalu elisabath berjalan kaki dengan jarak 10k kesekolah SD YPPK SILO kemudian Jam 12 :00 Wib, ia harus pulang cepat-cepat untuk membantu ibunya menjual ikan tuna di pasar karena hasil jualan untuk membiyayai ia sekolah, sehingga selama SD 6 tahun kerjaannya tiap hari kesekolah, pulang, jualan ikan.
Lalu setelah elisabeth lulus SD pada tahun 2007 ia melanjuti sekolah SMP N 2 ayamaru kemudian dengan prosesnya berjalan, bapak, ibu guru sangat menyukai elisabath karena orangnya lemah lembut, rajin dan pandai di dalam kelas sehingga pada saat ia lulus SMP N 2 pada tahun 2010 Bapak ibu guru merekomendasikan elisabeth untuk melanjuti SMA di luar papua dengan program ADEM.
Kemudian elisabuth melanjuti SMK N 1 Gianyar Bali, ia merasah hidupnya agak berbeda karena selama ia SD, SMP ia kesekolah harus berjalan kaki dan membantu orang tua tetapi saat ia SMA di bali, hidupnya tidak seperti di papua sehingga elisabeth hanya berfokus belaja-belajar dan belajar sehingga ia mendapatkan nilai diatas rata-rata lalu ia lulus SMK pada tahun 2016 karena elisabeth mendapatkan nilai di atas rata-rata maka ia mendapatkan beasiswa AFIRMASI ADIK untuk melanjuti perguruan tinggi di Universitas Negeri Palangka Raya, Fakulitas Ekonomi Jurusan, Manajemen (SDM).
Selama elisabeth mengikuti proses perkuliahannya ia selalu mengingat nasehat orang tuanya sehingga di sela-sela perkuliahannya elisabeth membuka suatu bisnis jualan online walaupun peminatnya sedikit namun ia tekun melakukan penjualan online hingga sekarang sudah berkembang dan banyak peminat yang ingin membeli bahan produk-produk yang ia jual.
Kemudia perkulihannya elisabeth sekarang, sedang menyusun skripsi sehingga impiannya setelah mendapatkan gelar S 1, ia mau bersain di dunia bisnis.
"Kata Elisabet"
"Hidup ini seperti roda yang berputar. Jika kita inggin merubah hidup kita, dengan cara berusaha maka hidup kita akan berubah".
"Tidak ada yang tidak bisah, yang ada hanya tidak mau mencobah".
"Doa dan nasehat seorang ibu adalah segalahnya maka tekunin impian maka semunya akan terwujud"
Bersambung

0 Komentar