Eksistensi Budaya Lani
Masa Dulu Dan Masa Depan
Cerita eksistensi budaya lani masa dulu dan masa depan, seluruhnya tidak mempunyai alur cerita yang terara, terukstruktur dan terakomodir secara konkrit tetapi saya hanya menulis cerita tersebut berdasarkan pengalaman hidup saya dan mendengarkan cerita dari mulut ke mulut serta menganalisa venomena hari ini yang di alami oleh masyarakat lani dan apa yang akan terjadi ketiga kehadiran rovolusi industri 4.0. Untuk menyimpan dan menjaga agar cerita budaya lani masa dulu dan masa depan ini tidak mudah terlupakan dan generasi pun siap untuk menghadapi revolusi industri 4.0 sehingga saya menulis artikel eksistensi budaya lani masa dalu dan masa depan . Hal ini di lakukan sebagai upaya untuk memperkenalkan budaya lani masa dulu dan masa depan kepada generasi lanny jaya, dan generasi papua bahkan untuk dunia mengetahui budaya kehidupan keseharian suku lani.
1. Eksistensi Budaya Lani Masa Dulu
Penulis
adalah orang papua suku lani berbahasa
lani yang menghuni di kabupaten Lanny Jaya yang tenang, damai dan sejuk, angin
melanda rumputan bergoyangan seperti bahagia juga gunung-gunung yang
mengelilingi
seperti pagar raksasa terasa seperti tidak ada sesuatu pun yang dapat menganggu
kota
itu diatas berbukit-bukit, jurang-jurang, gunung tinggi sampai 500 meter di
atas permukaan laut, suhu rata rata 19,8 C⁰. Masyarakat lani yang berada di kampung tiom
memiliki runah honai beratap onger/alang-alang, ketiga malam tiba
honai itu berasap. Pagi datang membawah
cahaya dinggin, honai itu akan berasap
lagi sebagai penghangat tubuh. Itulah surganya di kampung tiom.
Masyarakat
hidup tidak jauh dari tungku api. Kehidupan masyarakat di era 2000 tahun yang lalu belum ada Negara injil lebih
dulu masuk di kota tiom tepatnya pada 28 oktober 1956, dengan adanya injil
perubahan terjadi secara sifnikan yang sebelumnya terpisah-pisah antara orang
lani dengan lani, perang dan kepercyaan orang tua dulu berhala pada gunung,
batu dll itu injil menjawab dan membawa kedamaian yang sebenarnya mengajari
orang lani dengan baik dan cara-cara yang terhormat, hanya ada saling memperhatikan
satu dengan yang lain. Mereka hidup apa adanya yang telah diciptakan, Tuhan dan
budaya adalah nilai tak bisa diukur logika manusia.
Masyarakat
di kampung tiom hidup dengan kekayaan alam susu dan madu bahkan masyarakat
hidup harmonis dalam kekeluargaan dan belum ada Pendidikan formal maupun
informal dan sentuan oteriter negara,
masyarakat lani hidup bergantung pada alam, makan dan minum dari alam itu
sendiri. sehingga nilai-nilai
hidup kebersamaan, kerja gotong royong
itu selalu ada dalam kehidupan orang lani.
Contohnya
seperti bersikan lahan perkebunan untuk
menanam sayur-sayuran dan ubi-ubian, itu selalu masyarakat bekerja gotong royong dan hasil
panen perdana pun mereka menikmati
bersama dengan cara tradisional yaitu
bakar batu/(Barapen), dan ternak peliharhan seperti babi, ayam kelenci
pun mereka menikmati bersama bahkan membuat pagar dan rumah honai, itu selalu
mereka mengedepankan nilai-nilai kebersamaan sehingga rumah honai yang di
bangun, itu 5 keluarga bisah tinggal
dalam satu honai dan perkebunan
sayur-sayuran dan ubi-ubian yang di tanam oleh satu kepala keluarga, mereka
bisah menikmati bersama dalam satu rumah honai.
Jadi di zaman itu belum ada yang namanya pendidikan dan sentuan otoriter negara, tetapi masyarakat lani bisah membuat kebun, untuk bertahan hidup dan membuat rumah honai untuk di huni agar bisah terhindar dari binatan buas, sehingga penulis mau sampaikan bahwa tanpa negara pun masyarakat lani bisah hidup harmonis dalam kekeluargaan bahkan tanpa ada pendidikan pun masyarakat lani punya akal sehat yang Tuhan berikan kepada mereka agar bisah membuat segalah sesuatu dengan kereaktifitas tinggi.
2. Eksistensi Budaya Lani Masa Depan
Pada tahun 2008 kehadiran kabupaten lanny jaya di kampung tiom sehingga sentuan oteriter negara kepada orang lani semaking terasa sehingga ada sistem pendindikan yang membawa berbagai macam metode yang memaksakan orang lani untuk hidup bergaya orang lain/suku lain sehingga membuat nila-nila kekeluargaan orang lani itu semakin terkikis. Berbeda dengan kehadiran missionaris atau injil di kota tiom yang sebelumnya penulis jelaskan para missionaris mereka hadir mengajari orang lani dengan teliti melengkapi mereka dengan ilmu-ilmu yang mereka miliki memberitau nilai-nilai yang benar menurut Allah tetapi Adanya negara repulik Indonesia (NKRI) perubahan atau pergeseran nilai-nilai orang lani pun terjadi, ada 3 (tiga) contoh sebagai berikut:
·
Dulunya orang lani
bergotong royong memberisikan lahan untuk menanam ubi-ubian dan sayur-sayuran
dan menikmati bersama. tetapi
Sekarang orang lani berbodong-bodong
pergi ke desa untuk menerima beras miskin karena dengan dalil beras sangat bagus
buat rogan tubuh dan pantas di konsumsikan oleh masyarakat karena mengandung
fitamin sehingga dalam tahapan pembagian beras mulailah memili-mili, anda
dari desa ini dan desa itu sampai ada
pertengkaran hanya karena beras.
Sayang seribu sayang karena orang lani tidak menyadari bahwa kehadiran beras di tengah-tengah orang lani hanya untuk menghilangkan makanan kas orang lani dan memecah bela orang lani, karena beras adalah makanan orang jawa dan ubi adalah makanan orang lani.
·
Dulunya dalam satu
rumah honai, dihuni oleh 5 kepala keluarga
dan hidup harmonis tetapi sekarang orang lani berbodong-bodong membuat rumah sen atau biasa disebut rumah
sehat. Satu kepala keluarga membuat satu rumah sen karena dengan dalil satu kepala keluarga harus memiliki rumah tersendiri
agar tidak terganggu oleh siapa pun dan rumah sen pun tidak terganggu oleh asap karena asap itu sangat mengganggu kesehatan seperti mata
buram dan sesak napas akibat asap sehingga semua harus memiliki rumah sen tetapi sayang seribu sayang, karena orang lani tidak
menyadari bahwa kehadiran rumah sen
hanya memecah belah orang lani, dulunya 5 kepala keluar tinggal dalam satu
rumah honai, tetapi sekarang satu rumah, satu kepala keluarga sehingga
kehadiran rumah sen menghilangkan rumah honai yang merupakan rumah kas orang
lani.
·
. Dulunya orang lani
junjung tinggi kekeluargaan dan kebersamaan bahkan tidak pernah sekali pun memikirkan dirinya sendiri untuk harus kaya
raya tetapi orang lani biasanya berfikir
bagaimana supaya ia bisah hidup dan
mengedepankan salin membantu satu dengan
yang lain tetapi dengan kehadiran negara di tengah-tengah orang lani dengan dalil kalian harus menjabat sebagai
Kepala Desa, Camat, DPRD, Bupati dll. Agar kalian bisah hidup enak, banyak
uang dan lain-lain, sehingga orang lani berlomba lomba saling menjatuhkan,
saling membunuh hanya karena
jabatan dengan tujuan agar ia bisah kaya
raya sehingga tidak peduli dengan sesama manusia lani yang
sedang menderita sehingga penulis
mau sampaikan bahwa nilai sosial orang lani yang memiliki kasih sayang yang
tinggi itu secara perlahan-lahan semaking terkikis punah.
Tetapi perlu penulis gasis bahwai bahwasannya penulis tidak menyalahkan negara dan zaman karena negara akan terus berkambang dan zaman akan terus maju menuntut masyarakat lani untuk harus mengikutinya sehingga generasi lani harus menyiapkan diri untuk menghadapi era revolusi industri 4.0. agar generasi lani bisah mempertahankan nilai-nilai positif yang sudah pernah di ajarkan oleh leluhur orang lani karena kebiasaan luluhur orang lain ada yang positif dan negatifnya sehingga yang negatifnya di buang kemudian yang positifnya di pertahankan bahkan dilesterikan sambal kalaborasi dengan perubahan-perubahan zaman yang di sebuat dengan era revolusi industri 4.0 agar budaya orang lani dan kebisaan orang lani yang positif itu tetap harmonis dan berdiri kokoh di tanah pusaka kabupaten lanny jaya.
3. Generasi Lanny Untuk Menghadapi Revolusi Industri 4.0
Dunia
terus berputar yang tidak bisah di hentikan oleh siapa pun. Ini lah kehidupan
yang selalu mengalami perubahan terus
menerus sepanjang waktu. Setiap perubahan ini, orang lani tidak bisah
menghindarinya sehingga orang lani mengalami rotasi dan revolusi, peradaban
budaya, peradaban manusai, peradaban nilai-nilai kekeluargaan dan peradaban
Pendidikan, dll. Sehingga di dalam buku Revolusi
industri 4.0 yang di tuliskan oleh Halifa
Haqqi, S.IP.,M,SI.& Hasna Wijayati. S.IP.,M.A. yang menjelaskan
peradaban “Revolusi Industri 1.0 bertumpu
pada fase penemua mesin. Penemuan mesin ini dimulai dari Britania Raya yang
lantas berkembang dengan cepat dan menyebar
hingga keseluru dunia. Dampaknya masih bisah kita nikmati hingga
sekarang. Revolusi pertama inilah telah mengubah cara hidup manusi ( 2019 hal 9
)” sehingga peradaban orang lani
secara perlahan mulai berubah, dulunya berjalan kaki dari suatu tempat
ke tempat lain tetapi dengan penemuan mesin ini sehinga orang lani ketiga mau
berpergian dari satu tempat ketempat lain bisah mengunakan kendaraan mobil dan motor kemudian peradaban “Revolusi Industri 2.0 adalah teknologi
baru yang dihadirkan di era ini, dunia banyak mengubah bagaimana cara pabrik
beroprasi dan cara manusai menjalankan kehidupannya. Salah satu penemuan yang
paling berpengaruh di era ini adalah penemuan listrik. Listrik menjadi penemuan
brilian, dunia mungkin akan banyak diselimuti
kegelapan ketika malam tiba. ( hal 10 )” tetapi karena kehadiran
listrik yang di perkenalkan oleh Michael
Faraday sehingga orang lain bisah
menikmati terangnya lampu di malam hari sehingga perkembangan dan perubahan ini
terus terjadi hingga “Revolusi Industri
3.0 inilah penemuan alat-alat semikondukter, computasi mainframe, komputasi
personal juga internet, di erah inilah teknologi informasi dan komunikasi mulai
menancapkan pengaruhnya di dunia ( hal 11 ) sehingga orang lani mengalami
perubahan yang sinifikan dari tahun ketahun dan setiap perubahan itu membawa
dua sisi positif dan negatifnya.
·
Sisi Negafinya seperti
penulis sudah jelaskan diatas bahwa ketiga kehadiran
Revolusi industri 1.0 dan kehadiran Revolusi Industri 2.0 kemudian kehadiran
Revolusi Industri 3.0 itu menghilangkan budaya secara perlahan-lahan dan
menghilangkan nilai-nilai kebiasaan orang lani yang dulunya mengendepankan
kekompakan dan kebersamaan sebagai orang lani dan kerja gontong royong, makan
dan minum dari alam itu sendiri bahkan 5 kepala keluarga bisah tingga di dalam
satu rumah honai tetapi itu sudah berubah secara sinifikan dan telah terbukti
di kampung tiom sejak masuknya kabupaten lanny jaya pada tahun 2008 membawa
peruhaan secara sinifikan dikarena kabupaten itu hadir membawa orang-orang baru
artinya tramigrasi masuk di penjuru plosol kabupaten lanny lanny yang beroprasi
di perdagagan membuat kios-kios dan mendatangkan barang-barang yang terbuat
dari bahan kimia sehingga semangat orang
lani bekerja gontong royong untuk menanam ubi-ubian dan sayur-sayuran sudah semaking terkikis bahkan untuk mengomsumsi ubi dan
sayur-sayuran saja sudah semakin sedikit peminatnya dikarenakan kehadiran
pembagian sembako di desa-desa seperti
beras minking yang biasa di bagikan per ( KK ) Kepala Keluarga, 20 kilo
dan minyak goreng,supermi,peksing,garam dll bahkan tiap bulan per ( KK )
mendapatkan bantuan ( BLT ) Bantuan Langsung Tunai sebesar Rp 1.000.00 ( satu
juta rupia ) sehingga sentuan-sentuan
negara memberikan bantuan yang sangat memanjahkan masyrakat lani
mengakibatkan masyrakat pemalas bekerja dan bergantung pada negara sehingga
perubahan-perubahan secara senivikan ini akan terus terjadi di tengh-tengah orang lain.
· Sisi positifnya
seperti penulis sudah jelaskan di atas bahwa kehadiran Revolusi industri 1.0
dan kehadiran Revolusi Industri 2.0 kemudian kehadiran Revolusi Industri 3.0
itu membawa cahaya dan memudahkan orang lani untuk
kemana-mana bahkan memudahkan orang lani untuk berkomunikasi dengan jara
jau artinya dengan kehadiran peradaban
Revolusi Industri 1.0 dan sentuan oteritas negara yang mendatangkan mesing
sehingga orang lani yang dulu hanya tinggal di plosok dan tidak bisah kemana-mana,
jikalao mau berpergian kesatu kampung ke kampung lain membutukan waktu yang
lama dikarenakan berjalan kaki tetapi sekarang orang lani bisah menikmati
kehadiran Revolusi Industri 1.0 yang mendatangkan mesing sehingga orang lani
bisah kemana-mana mengunakan motor,mobil dan pesawat sehingga telah terbukti
bahwa orang lani sekarang sudah menyebar di seluruh penjuru indonesai.Kemudian
peradaban Revolusi Industri 2.0 dan sentuan otoriter negara mendatangkan
listrik di kapubaten lanny jaya sehingga pada tanggal 8 November 2021 bangunan
( PLTD ) Perangkat Listrik Tenaga Diesel
beserta dua Mesing baru telah di
resmikan artinya masyarakat lani menikmati cahaya/terang dimalam hari dan listrik
aktif 24 jam sehingga listrik dan lampu bisah di pergunakan dalam kehidupan
keseharian masyarakat lani kemudian
peradapan Revolusi Industri 3.0 dan sentuan otoriter negara yang menghadirkan
internet, teknologi informasi dan
komunikasi sehingga masyrakat lani bisah menikmatinya. Dulunya orang lani mau
memberitakan informasih dari satu tempat ke tempat lain mengunakan surat dan
berjalan kaki tetapi dengan peradapan Revolusi Industri 3.0 yang menghadirkan internet,teknologi
informasi dan komunikasi sangat memudahkan orang lani untuk berkomunikasih
dengan jarak jau mengunakan handphone
dan bisah mudah mendapatkan informasi/berita-berita seputaran lanny
jaya dan informasi/berita-berita di dalam negri west papua dan di luar negri
bahkan inter nasional sehingga perdaban-peradaban ini yang mendatangkan hal-hal
baru yang sangat cangi membuat masyrakat lani harus menyesuaikan diri dengan
zaman.
Peradaban-peradaban ini masyrakat lani baru menikmati dan menyesuaikan diri dengan zaman globalisasi yang sangat cangih ini tetapi akan mucul peradaban baru yang namanya Era Revolusi Industri 4.0 yang akan mendatangkan mesin robot artinya setiap pekerjaan manusia itu akan di gantikan oleh mesin robot, wao penulis tidak yaking dengan kehadiran Era Revolusi Industri 4.0 tetapi peradaban ini akan hadir di kabupaten lanny jaya dikarenakan beberapa negara sudah mulai terapkan Revolusi Industri 4.0 seperti Kanada,Jepan, Jerman dan Australia dll sudah mulai terapkan artinya setiap pekerjaan manusia di gantikan oleh robot dan di kerjakan oleh mesin robot.
Melihat
situasi dan era globalisasi modern yang sangat canggih sehingga penulis
memberikan pesan kepadan generasi lanny jaya dan generasi papua pada umumnya
bahwannya mulai dari sekarang
mempersiapkan diri untuk menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 karena persaingan
kita adalah bukan manusia lagi tetapi persaingan kita adalah mesin robot
dikarenakan setiap lini pekerjaan yang akan di kerjakan oleh robot sehingga
peluang pekerjaan untuk manusia akan menim oleh sebab itu penulis mengingatkan
generasi lanny jaya untuk berjuang keras untuk menguasai elektronik sebagai
bekal pengetahuan dan meningkatkan skil dan kemampuan untuk menghadapi Era
Revolusi Industri 4.0 karena zaman modern yang canggih ini menuntut kita untuk
harus brinovasi dan keraktif untuk melakukan hal-hal baru yang tidak bisah di
kerjakan oleh mesin robut sehingga kita bisah mendapatkan peluang pekerjaan
kemudian kehadiran peradaban Era
Revolusi Industri 4.0 ini yang akan mengerjakan di setiap lini adalah mesin
robot artinya semua alat-alat pekerjaan canggih, sehingga sudah otomatis perusahan
bisnis sekela besar akan masuk di kabupaten lanny jaya dan akan beroperasi dari beyam sampai kiyawagi karena ada banyak
sumber daya alam di kabupaten lanny jaya dan itu yang akan bekerja adalah
robot, robot ini akan bekerja 24 jam di kabupaten lanny jaya artinya dengan
kehadiran alat-alat canggih ini akan mudah dan cepat untuk mengerok suber daya
alam yang ada di kabupaten lanny jaya sehingga penulis mengajak untuk
mempersiapkan diri dari sekarang agar kami sebagai pemilik tanah ini yang
mengelola sumber daya alam dan menikmatinya.
4. Solusi Eksitensi Budaya Orang Lani Masa Depan
Maka
dari itu, berdasarkan penjelasan sebelumnya,
penulis akan memberikan solusi dan penjelasan agar tidak melupakan
nilai-nilai orang lani atau budaya orang lani masa dulu itu, agar tetap jaya
sampai selamanya.
Orang lani sesungguhnya ialah orang-orang yang
pintar, cerdas, memiliki kemanpuan yang hebat, dan independen serta nilai
kasih, social dan nilai kebersamaan yang luar biasa.
Untuk itu solusi terbaik, terukur, dan
pasti ada pada pemeritah dalam hal ini bidang pendidikan perlu memperhatikan
dan membangun sumber daya orang lani dengan menkobinasikan dengan eksitensi
budaya dahulu itu terapkan dalam metode pengajaran hari ini serta diperatekan
langsung seperti membuat kebun, membuat rumah honai dari tingkat SD-SMA atau
kampus demi masa depan orang lani yang berkelajutan. Kenapa harus dinas
Pendidikan? karena lebih banyak generasi waktunya di sekolah dan dilingkungan
rumah maka orang tua juga menjadi guru pertama dalam mengajari anak untuk dapat
mengerti perubahan-perubahan yang terjadi kepada orang lani yang dulu-sekarag
dan yang akan datang. Kita bisa meninjau ke haluan
negara-negara yang memiliki kualitas pendidikan terbaik di dunia. Salah satunya
negara Finlandi, negara maju lainnya. Kami sering bertanya-tannya konsep
apa yang dijalakan negara tersebut sehingga Finlandi dikatakan negara paling
maju dalam pendidikan. Pendidikan Finlandia merupakan salah satu negara yang
disebut negara yang mau dengan pendidikan Formal maupun informal. Yang bermoto
pendidikan Finlandia adalah "Pembelajaran seumur hidup" dalam bahas
aslinya (eilinikaine oppiminen) dan berdasarkan dengan ide ini, seseorang akan
terus belajar hal baru sepanjang hidupnya baik secara formal maupun informal.
Pembelajaran seumur hidup ini menjadi
penting di tengah lingkungan kehidupan dunia yang terus berkembang dan selalu
berubah cepat sepanjang waktu. Misalnya, seseorang yang mudah ingin menjadi
pelaku pebisnis dapat belajar mengenai cara membuka usaha dan pembukannya untuk
membuka bisnisnya. Setelah, beberapa tahun usahanya bangkrut, orang tadi bisa
meneruskan usaha yang lain atau belajar kembali ilmu sebelumnya. Oleh karena
itu untuk perubahan dalam perilaku dalam hidup, pergeseran situasi, minat
pekerjaan, dan keadaan ekonomi menurut seseorang menjadi adaftif dan pendidikan
memberikan kesempatan bagi setiap masyarakat tanpa memandang bulu. Umur latang
belakang dan ekonomi dll.
Disini terlihat bahwa mau mengerjakan
sesuatu, seseorang harus mampu secara kompetensi akan hal tersebut, yang
biasanya dibuktikan dengan Ijaza/sertifikat atau kursus pendidikan formal dan
nonformal, Jadi, pekerjaan mesti sesuai dengan keahlihan khusus keterampilan
yang dimilikinya! Menurut saya, adalah kata kunci moto pembelajaran seumur
hidup ini. Belajar dari sekolah atau kursus- kursus perlunya dilatih
terus-menerus dalam sepanjang kehidupan karena seseorang itu tidak bisa dilatih
hanya sekali dalam satu waktu yang singkat. Kalau tidak didasari dengan
pengajaran yang tepat disertai metode yang efektif. Seperti yang kita tahu
perkembangan dalam kesuksesan dunia kerja yang terus-menerus berubah, dan
kemampuan untuk berpartisipasi secara aktif dalam masyarakat suku lani
memerlukan, pembelajaran memerlukan pengembangan keterampilan. Kompetensi
sepanjang hidup melalui pendidikan formal, pengalaman di dunia kerja,
pendidikan sekolah, dan kehidupan secara umum.
Dari penulisan ini saya pahami sistem
pendidikan seperti apa yang dibutuhkan khusus orang lani pada umumnya papua,
agar supaya masyarakat awam dapat hadir dalam dunia pengetahuan. Dapat ikut
serta dalam pembangunan pemahaman dan daya juang yang berkompetensi di
tengah-tengah dunia yang terus maju saat ini. Pemerintah lanny jaya harus
menyediakan perpustakaan umum bukan hanya untuk kaum terdidik tetapi bagi
mereka yang membutuhkan pengetahuan. Bilah perlu membangun Perpustakaan di
setiap wilayah orang lani, menerapkan fasilitas belajar yang luar biasa. Tidak
saja memiliki koleksi buku-buku, film, dan audiobook, dan buku elektronik
(Lengkap dengan peralatan), untuk setiap masyarakat lani atau Papua dapat
membacanya. Namun, perpustakaan juga menawarkan peminjaman buku-buku,peralatan
musik, seperti gitar, ukulele, yang dapat dipinjam selama jangka waktu yang
ditentukan.
Perpustakaan bisa membantu masyarakat lani untuk dapat membantu pengembangan diri secara mandiri,selektif dan kompetitif. Oleh karena itu, di tengah masyarakat Papua yang multikultur salah satunya kita bahas adalah suku lani. Penting untuk pemerintah lanny jaya bekerja sama dalam membangun Papua dimulai dulu dari suku lani yang telah dijalankan oleh pemerintah sekarang seperti Lanny jaya sehat, lanny jaya cerdas dan lanny jaya mandiri dengan cara-cara yang penulis jelaskan. ''Membangun perpustakaan Umum di lanny jaya Tanpa Pungut Biaya'' yang berorientasi pada masyarakat suku lani atau papua itu sendiri. Mencerdaskan masyarakat akar rumput begitu dibangunnya berbagai kursus keterampilan di ajarkan di perpustakaan, yang menjadi pusat pembelajaran orang lani bersama. Orang dewasa,anak-anak untuk pendidikan malam dan pagi hari. Jadi, penulis berpikir bahwa dengan pemabangunan eksitensi budaya lani itu menerapkan dan melalui action di bidang pendidikan yang saya jelaskan membuka pendidikan informal dan nonformal bisa dapat membantu masyarakat lani yang tidak mendapatkan pendidikan yang layak di lanny jaya. Maka saya berpikir pentingya eksitensi budaya orang lani dulu itu bisa diperatekan dalam bidang pendikikan agar tetap rawat, tumbuh, dan berkembang sampai ke seluruh dunia bisa mengetahuinya. Apa lagi di Era Revolusi industri 1.0 hingga Revolusi Industri 4.0 yang serba modern dan canggih memiliki persaingan yang ketat sehingga untuk menghadapi peradaban modern ini harus memiliki pendidikan yang berkualitas sehingga generasi lanny jaya cerdas dan memiliki kemampuan untuk menghadapi Era Revolusi Industri 4.0.
Mingkin singkat cerita seperti itu, saya menyampaikan permohonan maaf
sedalam-dalamnya dikarenakan saya menceritakan budaya suku lani masa dulu dan
masa depan, tidak secara mendalam bahkan cerita ini jau dari kesempurnaan
karena kesempurnaan itu milik Tuhan sehingga penulis menyadari bahwa tulisan
ini banyak kesalahan dan kekurangan untuk itu mohon koreksi dan arahannya untuk
memperbaiki tulisan ini sehingga bisah
melebar luaskan ke penjuru tanah air wets papua agar di komsumsikan oleh
generasi mudah papua kususnya suku lani.
Penulis
artikel adalah mahasiswa Universitas
Palangka Raya Fakulitas Keguruan Ilmu
Pendidikan, Jurusan/Program Studi
Jasmani Kesehatan dan Rekreasi yang
bernama AY
Palangka raya 9 Seprember 2022

2 Komentar
Luar biasa abang semoga sukses sll
BalasHapusnore ap Lani inawene mbagga. bangga sekali atas karya tulisan wa...
BalasHapus