KATANYA LINDUNGI HUTAN PAPUA, TERNYATA TIDAK
Realita yang terjadi di depan mata . Menurut Pengamatan Anak jalan bahwasannya,
Mahasiswa Papua memiliki pengetahuan yang begitu luar biasa
sehingga Mahasiswa Papua selalu berdiri bersama Rakyat kecil yang
tertindas sehingga Mahasiswa Papua
selalu memberikan stekmen bahwasanya jangan sampai perusahan-perusahan bisnis skala
besar seperti sawit, tambang, dan penebangan kayu baik yang legal maupun ilegal
yang masuk di papua
Karena Mahasiswa Papua menyadari bahwasannya sejak masuknya
perusahan-perusahan ilegal di seluru West Papua mengakibatkan masyarakat
pribumi susah mendapatkan makanan lokal seperti sagu, ubi, singkon, kelapa,
ikan, dan masih banyak lagi makanan lokal yang kami tidak sebutkan satu
persatu, sehingga masyarakat pribumi susah mendapatkan makanan karena tempat
mata pencariannya hanya di hutan dan di laut namun hutan dan laut sudah di
kuasai oleh perusahan -perusahan legal maupun ilegal sehingga masyarakat
pribumi hanya terlantar di atas tanahnya sendiri.
Maka itu Mahasiswa Papua sudah mengetahuwi bahwasannya kita memiliki luas hutan Papua sekitar 42,5 juta hektar.
33,75 juta hektar ada di Papua dan 8,75 juta hektar di Papua Barat. Ancaman
kerusakan hutan terus terjadi karena bisnis skala besar seperti sawit, tambang,
dan penebangan kayu baik yang legal maupun ilegal bahkan SDA di eksploitasi
habis-habisan dari tahun 1963-2020 masih di eksploitasi sampai sekaran bahkan
lingkungan hutan papua sudah di rusak dan keindaan alam papua kini diubah
menjadi triknya matahari membakar masyarakat pribumi. Maka itu mahasiwa papua selalu menyampaikan bahwasannya hutan Papua
dan laut Papua adalah mama kita yang harus kita lindungi dan rawat karena dari
situ lah yang memberikan kita makan dan minum bahkan kita terlalu di manjakan
oleh alam dan hutan papua. Oleh sebab itu mahasiswa papua melarang keras tidak
boleh ada bisnis sekala besar sepeti tambang dan lain-lain yang masyk di papua.
Namun sayang seribu sayang karena ada sekelintir Mahasiswa
Papua yang tidak berpegan pada stekmen yang sudah di paparkan beberapa bulan
yang lalu karena ada suatu penawaran dari perusahan untuk Mahasiswa Papua, akan
naik pesawat garuda dan mendapatkan uang sehingga perusahan membuat pendekatang dengan Mahasiswa Papua melalui
cara memberikan makanan seperti ikan
bakar, nasi bungkus, gorengan dan minuman sirop, roko bahkan perusahan menewarkan untuk bekerja di perusahan sehingg Mahasiswa Papua
berbodong-bodong menghampiri perusaan, untuk
terlibat di dalam perusaan itu, namun
Mahasiswa Papua tidak menyadari kalo itu trik perusaan untuk mengambil hati Mahasiswa Papua guna mempermuda perusaan masuk di tanah Papua. Cobah kita pake logika cerdik,. Ada seseorang
tinggal di suatu kota, bersama-sama selama bertahun-tahun namun orang tersebut
tidak terlalu akrap dengan Mahasiswa Papua namun ia tibah-tibah datang ke
Asrama Papua memberikan penawaran-penawaran seperti, jika Mahasiswa lulus akan
bekerja di perusaan tersebut dan itu jalan terbuka luas untuk Mahasiswa Papua
bahkan bagi yang tidak punya hape ia akan membelikan hape, anehnya lagi,
tibah-tibah perusahan tersebut bisah
luangkan waktu 3-4 jam di Asrama Papua dan makan bersama, padahal dulunya tidak
seperti itu heheheheheheh di balik pendekatan itu ada apa,,,,,,,we we we sadar cepat, repleksi diri sebelum terjadi.
Maka itu hari, Anak Jalan meyakini bahwasanya sekelintir Mahasiswa pPapua
yang tidak berpegan pada stekmen yang sudah pernah di paparkan beberapa bulan
yang lalu, berati sekelintir Mahasiswa
tersibut sedang terlibat dalam perencanaan menindas Rakyat kecil dan merusak Alam Papua.
Ingat Mahasiswa Papua adalah Mahasiswa
Penyambun Lida Rakyat bukan Mahasiswa Penindas Rakyat, ayo ayo sadar sebelum terjadi.
Boleh
kita ikut sistimnya tapi jangan terlibat
di dalamnya. Inggat SDA kita sedang di eksploitasi habis-habisan.
Salam Satu
Jiwa
Salam Sadar
Hidup Rakyat
yang Tertindas
Palangka
raya 18 September 2020
0 Komentar